Menempuh Jalan yang Benar dalam Menuntut Ilmu Agama Islam

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah wassalatu wassalamu 'ala rasulillah wa'ala alihi wasahbihi ajma'in.

Halaqah kedua dari Muqaddimah, Halaqah, Silsilah Ilmiyah kali ini membahas pengagungan terhadap ilmu, dengan penekanan pada langkah-langkah yang benar dalam menuntut ilmu agama. Poin-poin tersebut diambil dari pandangan Sheikh Dr. Salih bin Abdullah Al-Usaymi Hafidhullah, seorang ulama yang terkemuka.

  1. Menempuh Jalan yang Benar dalam Menuntut Ilmu: Guru kami yang mulia menegaskan bahwa menuntut ilmu agama harus dilakukan dengan cara yang benar. Jika seseorang salah dalam metodenya, dia tidak akan mencapai tujuannya, bahkan mungkin hanya akan mendapatkan sedikit ilmu disertai rasa lelah yang besar.

  2. Hafal Matan Kitab dan Kumpulkan Perkara Penting: Langkah pertama adalah menghafal matan kitab yang menyeluruh dalam suatu cabang ilmu. Kemudian, mengumpulkan perkara-perkara yang rojeh atau dikuatkan menurut para ulama di bidang tersebut.

  3. Belajar dari Ahli dan Teladan: Penting untuk mempelajari ilmu agama dari seseorang yang ahli, yang bisa dijadikan teladan dan memiliki kemampuan mengajar.

  4. Mendahulukan Ilmu yang Penting: Ilmu yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah adalah yang paling penting. Mengutamakan ilmu aqidah, tata cara wudhu, tata cara sholat, dan lain-lain.

  5. Bersegera dan Manfaatkan Waktu Muda: Keenam, bersegera mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda. Waktu muda dianggap sebagai waktu emas untuk mempelajari ilmu agama, karena di dalamnya seseorang memiliki kesempatan untuk fokus dan belajar tanpa banyak keterbatasan.

  6. Pelan-pelan dan Tidak Terburu-buru: Menuntut ilmu agama tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Sebaliknya, disarankan untuk mengambil ilmu secara pelan-pelan, memulai dengan kitab-kitab ringkas, menghafal dan memahami maknanya. Hindari membaca kitab-kitab yang panjang secara langsung.

  7. Ketelatenan dan Kesabaran dalam Menuntut Ilmu: Seseorang harus bersabar dan tekun dalam menuntut ilmu. Seperti yang diingatkan, para sahabat Nabi SAW mempelajari agama dengan ketelatenan, bahkan di usia yang lebih tua.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan bahwa seorang Muslim dapat menempuh jalan yang benar dalam menuntut ilmu agama, meraih pemahaman yang mendalam, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua dapat terus berusaha menambah ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jal.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Menyucikan Hati dan Mencari Ilmu: Pandangan Syeikh Saleh Bin Abdullah Al-Usaimi

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat pembaca yang budiman. Alhamdulillah, kita bersyukur atas rahmat dan hidayah Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa menyertai kita. Dalam kesempatan kali ini, mari kita merenungi dan memahami pandangan yang mulia dari seorang guru yang dihormati, yaitu Syeikh Doktor Saleh Bin Abdullah Ibn Hamad Al-Usaimi hafidhahullah.

Dalam mukaddimah kitabnya, "Khulasah Ta'zimil Ilmi," beliau menyoroti aspek yang sangat mendasar dalam perjalanan menuntut ilmu, yakni pengagungan terhadap ilmu itu sendiri. Beliau mengajarkan bahwa seberapa besar atau kecil ilmu seseorang sangat terkait dengan seberapa besar pengagungan yang dimilikinya terhadap ilmu tersebut.

1. Membersihkan Tempat Ilmu: Hati yang Suci, Pengetahuan yang Bersih

Yang pertama dari dua puluh perkara yang disebutkan oleh Syeikh Saleh Bin Abdullah adalah membersihkan tempat ilmu, yaitu hati. Bagi beliau, pengagungan terhadap ilmu dimulai dari dalam hati. Ketika hati kita bersih, ilmu akan lebih mudah masuk dan meresap. Begitu pula sebaliknya, kotoran syahwat dan syubhat dapat menjadikan ilmu sulit masuk dan merasuk ke dalam jiwa.

2. Mengikhlaskan Niat: Kebodohan yang Terangkat

Kedua, mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu. Keikhlasan menjadi kunci utama dalam mencari ilmu. Ikhlas untuk mengangkat kebodohan dari diri sendiri, memberikan pencerahan kepada orang lain, serta untuk menghidupkan dan menjaga ilmu agar tidak punah.

3. Mengumpulkan Tekad: Semangat untuk Mempelajari Al-Quran dan Al-Hadis

Syeikh Saleh Bin Abdullah menekankan pentingnya mengumpulkan tekad untuk menuntut ilmu. Semangat, doa kepada Allah, dan ketidaklemahan dalam mencari ilmu menjadi landasan utama. Seperti yang tertuang dalam hadis, "Hendaklah engkau semangat melakukan apa yang bermanfaat untuk dirimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah."

4. Memanfaatkan Waktu: Kunci Keberhasilan dalam Menuntut Ilmu

Dahulu, Imam Ahmad bin Hambal dengan semangat ingin keluar dari rumahnya untuk menghadiri majelis ilmu gurunya sebelum datang waktu subuh. Ini menunjukkan bagaimana semangat dan tekad para pendahulu kita dalam menuntut ilmu. Kunci utamanya adalah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, tanpa tergesa-gesa.

5. Memusatkan Semangat: Mempelajari Al-Quran dan Al-Hadis

Terakhir, di antara bentuk pengagungan terhadap ilmu adalah memusatkan semangat untuk mempelajari Al-Quran dan Al-Hadis. Karena inilah asal dari ilmu itu sendiri. Dengan mendalami sumber-sumber utama ilmu agama, kita dapat menghidupkan dan menjaga ilmu agar tetap bersinar.

Sampai Bertemu di Halaqah Selanjutnya

Demikianlah sekelumit pandangan dari Syeikh Doktor Saleh Bin Abdullah Ibn Hamad Al-Usaimi hafidhahullah tentang pengagungan terhadap ilmu. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus memperbaharui semangat dan tekad dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi diri kita sendiri dan umat Islam secara lebih luas. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

  1. #PengagunganIlmu
  2. #KeikhlasanDalamIlmu
  3. #SemangatTuntutIlmu
  4. #MempelajariAlQuranDanHadis
  5. #HalaqahIlmiyah
  6. #SyeikhSalehBinAbdullah
  7. #IkhlasDalamNiat
  8. #MemanfaatkanWaktu
  9. #IlmuAgama
  10. #KualitasHidupIslami

 

 

 

 

 

 

 

Menempuh Jalan yang Benar dalam Menuntut Ilmu Agama Islam

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wassalatu wassalamu 'ala rasulillah wa'ala alihi wasahbihi ajma'in. ...